Minggu 6 Febuari 2011 di gedung B Kedokteran lantai 3, puluhan peserta try out terpaku pada sesosok pemuda
yang berdiri di depan kelas. Hengki Yuliansyah namanya. Pemuda yang lahir tanggal19 Juli 1991 memberikan training yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dengan semangat. Disela-sela pemberian materi ia menyelipkan keahliannya berhipnotis kepada peserta.
Aldi, salah satu peserta menjadi korbannya. Dalam hitungan detik ia dibuat lupa akan bahasa Indonesia. “anda dalam lingkungan bahasa Inggris, kalaupun anda bisa berbicara Indonesia, masih dengan nada keinggris-ingrisan,” begitu sugesti Hengki.
Seketika itu pula Aldi kebingungan menjawab pertanyaan Hengki, semua penonton terkekeh. Tak hanya sampai disitu, dengan hitungan 1…2…3…. Hengki memberi sugesti bahasa Inggris hilang berganti bahasa Jawa. “Aldi asalnya dari mana?” Tanya Hengki “aku dari Jawa,” jawab Aldi, diiringi koor tawa peserta.
Susan, peserta laiinya mengalami hal yang sama, melalui aba-aba “Tarik nafas dalam-dalam. Hitung 1-4 anda akan mengantuk dan tertidur.” Tiba-tiba Susan kehilangan keseimbangan dan menjatuhkan kepalanya ke samping. Ia tertidur.
Hengki mengatakan ia bisa mempengaruhi audiens karena dalam otak manusia terdiri dari 12% pikiran sadar dan 88% pikiran bawah sadar. “Jadi ketika pikiran sadar dihilangkan maka kita dapat mempengaruhi seseorang meskipun sedang dalam kondisi tertidur,” jelasnya.




































