CHANGE COLOR
  • Default color
  • Brown color
  • Green color
  • Blue color
  • Red color
CHANGE LAYOUT
  • leftlayout
  • rightlayout
SET FONT SIZE
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Customise your homepage

teknokra-unila

Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM)TEKNOKRA Universitas Lampung
Home Kampus News Rusunawa Menuai Keluh

Rusunawa Menuai Keluh

Kamis 6 Januari, suasana di Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Unila sepi. 

Saat menaiki tangga, pandangan langsung disuguhi setumpuk sampah yang berada tepat di depan anak tangga lantai dua.Banyak pakaian penghuni menggantung di pagar besi yang biasa dipakai untuk menjemur pakaian.Di lantai dua, deretan kamar-kamar tertutup rapat. Banyak sepatu yang berserakan di depan pintu setiap kamar.  Tak lama, seorang penghuni kamar nomor 109 keluar kamar. Ahmad Surya namanya. Ia baru menghuni Rusunawa sejak Oktober 2010. Satu kamar dengan rekannya dari jurusan Akuntansi FE 2009, Richard.

Ahmad adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidik misi yang menetap di Rusunawa. Namun bukan berarti ia gratis menempati gedung berlantai  4 itu. Ia mesti membayar biaya Rp1,5 juta per tahunnya. Biaya sebesar itu dikenakan pada masing-masing individu, bukan hitungan kamar.

Ahmad mengajak saya mengunjungi kamarnya. “Ya beginilah fasilitasnya, enak gak enak tinggal di sini,“ ujar Ahmad sambil duduk di kursi belajar.Sebuah ranjang tingkat , dua buah meja belajar dan satu lemari kayu besar mengisi kamar berukuran 3x6 meter itu.

Ahmad mengeluhkan masalah kebersihan yang kurang terjaga. “Awalnya teras depan selalu disapu dan dipel oleh petugas kebersihan, tapi sekarang sudah nggak berjalan lagi jadi ya kotor.”

Penghuni lainnya, Rini Handayani (Kimia ’10) mengeluhkan saat datangnya malam. “Keadaan pada malam hari masih gelap dan sangat memprihatinkan. Padahal lampu jalan kan ada, kenapa nggak dihidupkan saja.”

Ia juga mengeluhkan fasilitas kantin yang belum tersedia. “Kantin sangat diharapkan oleh para penghuni. Kalau ada kantin masalah makan atau kalau ada tamu nggak susah cari makannya.

Menurut Rini, pihak pengelola pernah menjanjikan akan memasang fasilitas hotspot di lingkungan Rusunawa. Bila tak ada jaringan hotspot mahasiswa jadi kerepotan untuk mengakses internet karena akses keluar yang jauh.

Tak hanya itu, Ahmad dan Rini juga mengeluhkan tak tersedianya fasilitas untuk menjemur pakaian. Menurutnya, pihak pengelola pernah menjanjikan akan membagikan fasilitas untuk menjemur pakaian, tapi hingga sekarang belum terlaksana. “Susah kalau mau jemur baju di sini, kalo nggak jemur di jendela ya pagar depan. Jemuran sering jatuh, jadi baju harus dibilas lagi. Mungkin cukup satu tahun aja di sini,” kata Ahmad sembari mengumbar senyum.

Namun untuk soal keamanan, Ahmad dan Rini mengaku tak ada masalah. Empat orang petugas satpam, siang-malam menjaga kemanan di gedung tersebut. Posisi Rusunawa yang jauh dari keramaian juga membuat penghuni nyaman dalam belajar.

Saat dikonfirmasi, Manajer Rusunawa Suarno Sadar, menampik adanya keluhan dari para penghuni Rusunawa. “Namun, ia mengatakan pihaknya akan mengusulkan untuk menambah gedung dan fasilitas baru, seperti kantin.

Menurut Suarno, Rusunawa memang diprioritaskan untuk mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Unila. Namun untuk tahun ini, penghuni masih sepi. Itu karena sosialisasi yang kurang. Penghuninya sekitar 25 persen termasuk mahasiswa asing asal Kamboja dan Madagaskar. “Untuk tahun yang akan datang (2011), mahasiswa yang mendaftar Bidik Misi harus tinggal di Rusunawa. Kalau tidak mau tinggal di Rusunawa ya nggak perlu mengajukan beasiswa Bidik Misi.

Last Updated ( Saturday, 09 July 2011 15:17 )  
Image
baner5
Wednesday, 06 July 2011
Image
baner3
Wednesday, 06 July 2011
Image
baner2
Wednesday, 06 July 2011
Image
baner1
Monday, 09 October 2006

    Blackberry Storm             HTC Touch HD               Blackberry Storm  

Tanda tanya Mengundang Tanya   Jurnalisme dalam Kepentingan     Kalau ketangkap basah saya pecat 

Like Facebook

Please enter valid API Key from Facebook Page.

Teknologi

Image
Kulit Singkong Cegah Logam Berbahaya
Wednesday, 11 October 2006
Kulit singkong ternyata dapat... Read more...
Image
Silika dari Sekam Padi
Wednesday, 11 October 2006
Data Food and Agriculture... Read more...

galeri

Image
Sambutan Rektor Universitas Lampung
Wednesday, 06 July 2011
Image
Sampah Berserakan
Wednesday, 06 July 2011

Tokoh

Image
Dokter Hati dan Pikiran
Friday, 08 July 2011
Minggu 6 Febuari 2011 di... Read more...
Image
Hasil, Buah Dari Proses
Thursday, 07 July 2011
Izin operasional Program... Read more...
Image
Cintailah Bahasa Sendiri!
Thursday, 07 July 2011
Penggunaan Bahasa Lampung... Read more...

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday82
mod_vvisit_counterYesterday156
mod_vvisit_counterThis week82
mod_vvisit_counterThis month3013
mod_vvisit_counterAll45286

About JA Vauxite

Senectus condimentum Vestibulum est tempus ac Donec Nulla ac nec Lorem. Nec semper sem vel nibh adipiscing Quisque et nec Nam nunc. Penatibus eu enim sapien nunc enim nulla consectetuer leo Aliquam hendrerit. Vestibulum Nunc eros faucibus pede. Read more...