
Agar tubuh sehat, tiap hari kita harus memilih asupan makanan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.
Makanan yang lengkap dan kecukupan gizi. Mahasiswi itu terlihat membawa plastik hitam. Ia keluar dari rumah makan. Siska Dwi Aryani (FMIPA ’09), ia akrab di sapa Ika. Ia menuju kosannya terletak di kampung baru. Didalamnya hanya ada satu ranjang. Disisi mengarah ke pintu terdapat meja kayu tertata buku-buku, serta perabot untuk makan. Ika membeli nasi sayur untuk makan siangnya.
Seseorang yang hidup jauh dari orang tua. Hidup mandiri. Sangat berbeda dengan keadaan sebelum ia kuliah. Bila dulu segala sesuatu ada yang mengatur, Mulai dari makan, tidur, hingga keperluan lain, kini tidak lagi.
Pola makan yang ia jalani selama jauh dari orangtua tidak teratur. Biasanya makan rutin makan tiga kali sehari, sekarang hanya dua sampai tiga kali saja. Sebagai anak kos Ika memakai prinsip praktis, makan tidak masak namun beli dari warung-warung yang terdekat dari tempat kos.
**
Memasak dapat menyita waktu. Padahal memasak lebih higienis daripada membeli sayur matang di warung. Kita tidak mengetahui bagaimana proses memasak saat makanan itu dibuat.
Sebagai seorang mahasiswa yang baik kita harus prihatin terhadap kehidupan kita sudah begitu kita jauh dari orang tua kita. Apa penyebab pola makan kita tidak teratur?. Sebagai anak kos kita jauh dari orang tua kita hanya mengandalkan uang saku yang diberikan orang tua.
Mahasiswa ada yang rela berpuasa dan ada juga yang makan hanya 2 kali sehari. Karena uang saku yang sangat terbatas itu dan harga makanan sekarang mahal.
Mahasiswa mempunyai segudang aktifitas sehingga membuat pola makan sehari-harinya menjadi tidak teratur. Herman Sodik (Sosiologi ’09) mengatakan kendala makan teratur itu karena kesibukan yang padat. “Bawaannya juga males,” tutur Herman. Pola makan yang ia jalani sekarang ini tidaklah teratur. “Makanan beli, gak pernah masak, lebih praktis aja,” Kata Herman.
“Kalau dirumah saya makan bisa lebih dari tiga kali sehari, tapi kalo disini bisa Cuma dua kali kadang hanya sekali saja dalam sehari,” tambah Herman.
Tujuan memakan makanan sehat bagi tubuh kita adalah untuk menjaga agar badan kita tetap sehat, tumbuh, dan berkembang secara baik. Makanan sehat dan bergizi seimbang bukan berarti makanan yang mahal dan enak. Kesehatan itu penting untuk dijaga, karena kesehatan itu mahal harganya.
Hal ini pernah di alami oleh Juliyanto yang sehari-harinya kos di angsa putih kampung baru. “Masalah makan klo saat laper aja, yang penting kenyang,” tutur Juliyanto.
Jauh berbeda dengan dulu saat masih tinggal dengan orang tua makan teratur, tidur teratur, semua serba teratur. “Kalo dirumah semuanya teratur, tidur jam sembilan malem, bangun subuh,” tegas Juliyanto.
Manusia membutuhkan makan, dan memang sudah kodratnya manusia memerlukan makan. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Makanan sehat itu mengandung gizi yang seimbang, yaitu makanan yang sarat gizi dan baik dikonsumsi oleh tubuh.
Untuk mengatasi semua itu ada sedikit solusi agar pola makan para anak kos bisa lebih teratur dan mereka tidak salah pilih makanan agar kesehatan mereka tetap terjaga.
Kehadiran para pedagang makanan di sekitar kampus pun sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan ‘perut’ mereka. Dari pedagang yang memiliki kios tetap, pedagang gerobak keliling hingga pedagang jinjing dapat ditemui di sekitar kampus hijau ini. Tawaran makanan pun bervariasi dari yang murah meriah hingga mahal. Namun perlu diperhatikan pula bahwa memasak adalah hal yang paling aman untuk mengonsumsi makanan secara higienis.
Kebanyakan pedagang tidak memperhatikan kebersihan dalam memproses masakan yang mereka jual. Misalkan saja mahasiswa yang gemar dengan gorengan, kita tidak mengetahui bahwa minyak yang digunakan saat proses penggorengan bukan hanya sekali pakai bahkan berulang kali. Sehingga nampak tekstur minyak berubah menjadi coklat kehitaman.bahaya yang disebabkan oleh penggunaan minyak makan hingga berkali-kali misalnya kanker.
Menurut pakar gizi yang saya temui di RSUD Abdoel moeluk Endang Sri Wahyuni SST., Mph bahwa pola makan yang sehat adalah pola makan yang seimbang. “Pola makan yang sehat adalah pola makan yang seimbang, yang mengandung zat besi, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral,serta mengandung cukup air,” tutur Endang
Makanan pokok untuk mencukupi kebutuhan tubuh kita dapat dipenuhi dengan pokok-pokok diatas yang telah dijelaskan oleh Endang. Makan teratur dapat meningkatkan kecerdasan serta daya tangkap otak manusia. Berbeda dengan realnya anak kos kebanyakan makan dengan pola makan yang tidak teratur.
Misalkan saja anak kos kebanyakan mengkonsumsi mie, mengkonsumsi mie tidak apa-apa asal diimbangi dengan protein tambahan lainnya misalnya mie dimasak dengan telor serta diberi sayuran seperti sawi, atau kol dengan komposisi sayuran lebih banyak agar serat terpenuhi.
Kadang kita berpikir bahwa diet adalah dengan tidak makan.”It’s wrong man, diet adalah mengatur pola makan,” kata Endang. Banyak dari kita salah mempersepsikan diet adalah menguruskan badan, dijelaskan lagi oleh Endang bahwa mengatur pola makan sehari-hari itu berbeda halnya dengan membatasi makan. ‘diet itu pengaturan pola makan, bukan pembatasan makan.”tegas endang
Memilih makan tidak boleh sembarangan karena ini menyangkut kesehatan. Makanan sehat tak perlu mahal yang terpenting adalah makanan tersebut memenuhi standar gizi dan serat yang cukup untuk kebutuhan kita sehari-hari. Banyak makanan murah dan sehat yang di jual di pasaran tinggal bagimana kita memilihnya. (Neka Meliyati)
































